9 Aug

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA 1431H

SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI RAMADHAN INI MEMBERI ARTI LEBIH BAGI KEHIDUPAN

DAN AKHIRNYA MERAIH KEMENANGAN HAKIKI

AMIIN

Advertisements

Alamak, Facebook Rusak Bahasa

3 Jun

sejumlah situs jejaring sosial di dunia maya seperti “facebook”, “twitter”, dan sejenisnya telah merusak bahasa

SURABAYA, KOMPAS.com–Pakar linguistik dari Universitas Kristen Petra Surabaya Prof. Dr. Esther Kuntjara menilai sejumlah situs jejaring sosial di dunia maya seperti “facebook”, “twitter”, dan sejenisnya telah merusak bahasa.

“Hal itu karena dunia maya menggunakan bahasa lisan yang ditulis, bukan bahasa tulis atau bahasa lisan, sehingga bahasa lisan yang ditulis dapat mengacaukan bahasa baku,” katanya dalam seminar di kampus setempat, Selasa.

Setelah berbicara dalam seminar “Language in The Online and Offline World (LOOW)” yang digagas Jurusan Sastra Inggris UK Petra Surabaya itu, dosen UK Petra Surabaya itu menyatakan bahasa lisan yang ditulis itu dikenal dengan istilah “alay.”

“Saya sendiri tahu istilah bahasa ’alay’ itu justru dari penelusuran melalui facebook. Yang jelas, bahasa alay itu mencampur aduk antara tulisan, lisan, dan gambar, sehingga semuanya menjadi kacau,” katanya.

Menurut alumni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu, kekacauan bahasa itu terlihat karena peletakan gambar yang seenaknya dan kadang emosi juga diungkapkan secara tidak tepat.

“Misalnya, kalau menyatakan tertawa keras ditulis dengan LOL, padahal mungkin saja penulis itu justru sedang marah, bukan tertawa, sehingga semuanya menjadi kacau atau rumit,” kata alumni S2 dari San Fransisco State University, AS itu.

Anehnya, katanya, bahasa yang rusak itu justru dianggap sebagai kreatifitas. “Penutur bahasa dalam dunia maya memang kreatif, tapi kalau rusak-rusakan kok dibilang kreatif sih,” katanya sambil tersenyum.

Dalam kondisi seperti itu, katanya, Indonesia justru sangat tertinggal dalam kosakata baru dalam istilah teknologi informasi, sehingga orang mengambil bahasa aslinya seperti komputer, online, download, upload, website, dan sebagainya.

“Memang sudah diupayakan download diterjemahkan dengan unduh atau website dengan laman, tapi hal itu kalah cepat, sehingga hal itu tidak laku,” katanya.

Alumni S3 dari Indiana University of Pennsylvania, AS itu mengatakan dunia maya juga memunculkan sosok yang mudah berubah dalam satu waktu.

“Identitas dalam dunia maya itu mudah diubah, sehingga kalau kita mau apa saja bisa, bahkan bicara dengan sekian orang dengan karakter berbeda juga bisa, apalagi mengubah status di facebook itu juga sangat mudah,” katanya.

Ia menambahkan kerusakan bahasa dan mudahnya perubahan identitas dalam dunia maya itu melahirkan generasi yang berani bersikap dan asosial atau individualis.

“Bagaimana tidak dikatakan asosial, karena ayah, ibu, dan anak mengetahui kegiatan masing-masing hanya lewat dunia maya. Di dalam facebook, si anak bilang saya sedang mandi, si ibu bilang kalau dirinya sedang makan, dan sebagainya. Semuanya lewat BB (blackberry),” katanya.

Di lain pihak, dalam kondisi seperti itu, katanya, Indonesia sangat tertinggal dalam kosa kata baru dalam istilah teknologi informasi sehingga orang mengambil bahasa aslinya, seperti komputer, online, download, upload, dan website, serta sebagainya. “Memang sudah diupayakan download diterjemahkan dengan unduh atau website dengan laman, tapi hal itu kalah cepat sehingga hal itu tidak laku,” katanya.

Sumber: Kompas.com

Peran Besar Bahasa Indonesia di Facebook

3 Jun

Berdasarkan hasil studi terbaru terhadap bahasa yang digunakan di situs jaringan sosial ini, lebih dari 20 juta penutur Bahasa Indonesia saat ini adalah pemilik akun Facebook.

JAKARTA, KOMPAS.com –  Bahasa Indonesia merupakan bahasa terkemuka di Asia yang digunakan di Facebook dan berada pada urutan kelima sebagai bahasa terpopuler di dunia. Berdasarkan hasil studi terbaru terhadap bahasa yang digunakan di situs jaringan sosial ini, lebih dari 20 juta penutur Bahasa Indonesia saat ini adalah pemilik akun Facebook.

Survei yang diselenggarakan oleh perusahaan riset Inside Network menunjukkan Bahasa Inggris sebagai bahasa yang umum digunakan dengan jumlah penuturnya di Facebook mencapai lebih dari 400 juta menyusul Bahasa Spanyol, Perancis serta Turki. Namun, Bahasa Indonesia terhitung sebagai bahasa dominan di Asia bagi kalangan pengunduh Facebook meskipun Indonesia masih dihadapkan pada keterbatasan infrastuktur komunikasi serta akses komputer bagi 234 juta jiwa penduduknya.

Menurut perusahaan riset yang berbasis di California tersebut, kenyataan ini dapat digunakan Indonesia untuk menciptakan peluang usaha.

“Saat Facebook terus merambat pesat ke seluruh dunia dan menuai jumlah pemilik akun di negara-negara yang terletak di luar AS maka bahasa pemilik akun dapat dijadikan suatu alat pendukung penting oleh pihak pengembang dan pemasaran dalam memikat calon konsumennya,” demikian laporan Inside Network yang melacak penyebaran secara cepat Facebook di seluruh dunia.

Sumber: Kompas.com

Selamat Pagi Indonesia

3 Jun

Selamat Pagi Dunia, Selamat Pagi Indonesiaku…

Salam sejahtera, semoga Indonesia tetap jaya, sehat dan sentosa. Sebelumnya tak terpikirkan olehku untuk membuat sebuah blog, selayaknya blog-blog yang sudah kubuat sebelumnya yang hanya dan akan menggunakan bahasa Indonesia atau paling tidak padanannya. Ya, bahasa negeri yang begitu besar dan sarat akan makna. Tanpa sengaja, saat berselancar di ranah maya, saya menemukan naskah Sumpah Pemuda. Dan mata pun langsung tertuju pada ikrar ketiga yakni “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia“.

Tulisan ini merupakan tulisan pertama untuk menyapa dunia Indonesia. Dan semoga setiap kami menulis tentang bahasa Indonesia dan informasi bahasa Indonesia, sebisa mungkin bisa dan tetap menggunakan bahasa Indonesia.